Doa Penutup Acara Resmi Sesuai Sunah Lengkap Beserta Artinya

Doa Penutup Acara – Dalam ajaran Islam, setiap Muslim dianjurkan untuk memulai dan mengakhiri segala aktivitas dengan doa. Tujuannya adalah agar Allah SWT mengizinkan aktivitas tersebut berjalan lancar dan menjauhkannya dari segala halangan.

Dalam mencari ridha Allah, doa bukanlah sesuatu yang hanya diucapkan begitu saja, seorang Muslim seharusnya mematuhi adab tertentu saat berdoa.

Dengan adanya penerapan adab dalam berdoa tersebut insya Allah Doa yang dipanjatkan mudah sampai dan diterima Allah serta dikabulkan. Terkait adab dalam berdoa dapat disimak dalam penjelasan berikut.

Adab Ketika Membaca Doa Penutup Acara

Adab Ketika Membaca Doa Penutup Acara

Adab Berdoa Penting untuk dicatat bahwa saat membaca doa, ada aturan-aturan tertentu yang sebaiknya ditaati. Setidaknya ada beberapa adab saat berdoa yang penulis rangkum dalam artikel ini.

Mengucapkan Pujian

Salah satu adab berdoa yang pertama adalah dengan memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT. Anjuran ini disampaikan oleh Fadhalah bin ‘Ubaid RA, yang menyatakan :

“Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk, datanglah seorang laki-laki. Setelah melaksanakan shalat, dia berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah dosaku dan limpahkan rahmat-Mu padaku’.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Engkau tergesa-gesa dalam berdoa, wahai orang yang sedang berdoa. Jika kamu telah selesai shalat dan ingin berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah dengan pujian yang pantas bagi-Nya, kemudian bershalawat kepadaku, lalu berdoa.’

Kemudian datanglah orang lain, setelah shalat, dia memulai doanya dengan mengucapkan puji-pujian dan bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang sedang berdoa, berdoalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doamu’.”

Memiliki Sikap Positif Saat Berdoa

Seorang Mukmin juga Diajak untuk Selalu Memiliki Keyakinan yang Baik kepada Allah SWT. Pesan ini Ditegaskan dalam Surat Al Baqarah yang Menyatakan,

Mengakui Akan Dosa-dosa

Mengakui dosa-dosa yang Telah Dilakukan adalah Tindakan yang Menunjukkan Ketaatan yang Sempurna kepada Sang Pencipta. Seperti yang Dinyatakan dalam Hadits yang Dirikwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA :

Artinya : “Sungguh, Allah gembira terhadap seorang hamba-Nya ketika ia mengucapkan, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku telah berbuat zalim kepada diriku sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa baginya ada Tuhan yang mengampuni dosa dan memberikan hukuman.

Bersungguh-sungguh Saat Berdoa, Prinsip Ini juga Dijelaskan dalam Hadits yang Dirawatkan oleh Anas bin Malik RA, yang Berbunyi :

“Ketika salah satu di antara kalian berdoa, maka hendaknya ia bertekad dengan sungguh-sungguh dalam permohonannya kepada Allah dan janganlah ia berkata, ‘Ya Allah, jika Engkau menghendaki, maka kabulkanlah doaku ini,’ karena tidak ada yang memaksa Allah.”

Macam-Macam Doa Penutup Acara Dalam Islam

Macam-Macam Doa Penutup Acara Dalam Islam

Terkait bacaan doa penutup dalam Islam banyak pilihannya, ada yang secara umum atau juga ada yang sesuai dengan momen acara tersebut.

Maka dari itu penulis dalam artikel ini akan merangkum beberapa bacaan doa penutup acara baik secara umum atau sesuai dengan momen acara yang sedang berjalan.

Berikut dibawah ini pilihan doanya :

Doa Penutup Acara Versi Panjang

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِن الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

Latin :

“Allahumma aqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainana wa baina ma’shiyyatik. Wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya. Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana. Waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa. Wa laa taj’alid dunya akbara hammina wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.”

Artinya :

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang mencegah kami melakukan perbuatan maksiat kepada-Mu. Anugerahkanlah kepada kami ketaatan kepada-Mu yang akan membawa kami menuju surga-Mu. Serta tambahkan keyakinan yang membuat kami mampu menghadapi segala kesulitan dalam dunia ini. Ya Allah, berikanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama hidup kami, dan jadikanlah itu sebagai warisan kami. Berikanlah balasan kepada orang-orang yang telah menganiaya kami, berikanlah bantuan kepada kami dalam menghadapi orang yang memusuhi kami, dan jangan biarkan kami terjerumus dalam cobaan agama kami. Jangan biarkan dunia ini menjadi tujuan utama dan pencapaian tertinggi bagi ilmu kami, dan jangan biarkan orang-orang yang tidak mengasihi kami berkuasa atas kami.”

Doa Penutup Acara Pendek Dalam Majlis

Selanjutnya yakni doa penutup acara yang pendek dalam majlis. simak dibawah ini bacaan doa tersebut :

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin :

Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.”

Artinya :

“Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,”

سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

Latin :

Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Alaa Ilaha Ila Anta Astaghfiruka Waatuubu Ilaik.

Artinya :

Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah SWT, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku memohon ampunan dan bertaubat hanya pada-Mu.

Doa Penutup Acara Maulid Nabi

Setelah umat muslim mengikuti acara maulid Nabi SAW, untuk menutup kegiatan trersebut bisa dengan membaca doa penutup acara maulid seperti dibawah ini :

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Latin :

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Hamdan syaakiriin, hamdan naa’imiin, hamdan yuwaafii ni’amahuu wa yukaafiu maziidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa ‘azhiimi sulthoonik. Alloohumma shalli wa shallim ‘alaa sayyidinaa muhammad, wa’alaa aali sayyiidinaa muhammad.

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Penguasa Alam Semesta, sebagaimana orang yang bersyukur dan orang yang diberi berkat memuji-Nya dengan pujian yang setara dengan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, segala puji hanya untuk-Mu, sebagaimana yang sesuai dengan kemuliaan Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, berikanlah limpahan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, junjungan kami, dan kepada keluarga baginda.”

Doa Penutup Acara Resmi

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin :

“ Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazan wa audzubika minal ajzi walkasal wa audzubika minal jubni wa audzubika min ghalabatid-diin wa qohrir-rijaali “.

Artinya :

“Ya Allah, aku memohon perlindungan dari-Mu terhadap kebingungan dan kesedihan. Aku memohon perlindungan dari-Mu terhadap kelemahan dan kemalasan. Aku memohon perlindungan dari-Mu terhadap ketakutan dan kekikiran. Dan aku memohon perlindungan dari-Mu terhadap utang yang membelenggu dan perilaku sembrono manusia.”

Doa Penutup Acara Rapat

الْحِمْدُلِلَّهِ الأَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ . وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Latin :

“Alhamdulillahilladzi an’amanaa bini’matil iimaan wal islaam. Wanusholii wanusallimu ‘alaa khoril anaam sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’iina imaa ammaa ba’du “.

Artinya :

“Yang Maha Kuasa pantas mendapat semua pujian karena telah memberikan nikmat terbaik berupa keyakinan dan Islam. Sholawat serta doa keselamatanku senantiasa kuarahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, keluarganya, dan seluruh sahabat-sahabat Nabi.”

Doa Penutup Acara Pengajian

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin :

“ rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina azabannar “.

Artinya :

“ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka “.

Doa Penutup Acara Organisasi

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ أَمَّابَعْدُ

Latin :

“ Nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Man yahdillahu falaa mudhillalahu wamay yudhlilhu falaa haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du “.

Artinya :

Kami menyampaikan segala puji kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya, sembari berharap ampunan dan perlindungan dari-Nya untuk membersihkan hati dan tindakan kami. Jika seseorang telah diberi petunjuk oleh Yang Maha Kuasa, tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan jika seseorang telah disesatkan oleh Yang Maha Kuasa, tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Ya Yang Maha Kuasa, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW., keluarganya, dan sahabat-sahabatnya.”

Baca Juga :